Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2015

Menjelajah Bodi Android Perdana dari BlackBerry


Menjelajah Bodi Android Perdana dari BlackBerryBlackberry pertama yang dibenamkan dengan OS Android.

Diperkenalkan langsung oleh CEO BlackBerry Jhony Chen, BlackBerry Priv ini dilihat hanya sekilas pandang saja. Sampai akhirnya produsen asal Kanada ini memuat secara resmi tampilan utuh dari Priv.

Tapi hanya sebatas gambar. Karena BlackBerry tak memberikan secara detil akan seperti apa nantinya spesifikasi yang dipasangkan dengan ponsel Android perdananya mereka ini.

Dari gambar yang didapatkan, BlackBerry Priv menggunakan dua konsep layar sentuh dan keyboard fisik Qwerty yang bisa disembunyikan dan ditarik lagi alias sliding phone. Ini mengingatkan pada BlackBerry Torch.



Ada beberapa dugaan soal ukuran layarnya. Tapi, agaknya yang paling mendekati adalah BlackBerry Priv akan mengusung 5.4 inci dengan dual curve di samping sisi layarnya. Kualitas resolusinya sudah pasti sangat tinggi, mungkin sekelas QHD.

Pun demikian dengan isi di bagian dalam dari Priv. Santer disebut akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 808 dan RAM 3GB. Belum diketahui juga versi Android berapa yang akan dibenamkan, apakah Android 5.1.1. atau di bawahnya.

Chen pun sempat mendemonstrasikan Priv dengan menunjukan model ponsel anyarnya itu yang berwarna hitam. Terlihat pas di genggaman tangan orang dewasa, serta menyuguhkan nilai tambah dari papan ketik QWERTY yang bisa digeser ke luar sebagai pelengkap pengguna.

"Keyboard ini bisa menjadi mouse Anda, ia punya kemampuan sentuh yang kapasitif. Anda bisa mengoperasikannya saat sedang berselancar di browser atau membaca pesan e-mail," ujar Chen.

Priv akan menggabungkan sistem operasi Android dari Google dan sistem privasi dari BlackBerry sendiri. Di video tersebut, Chen juga menyebutkan, bahwa semua orang sebetulnya menyukai OS BlackBerry 10, hanya saja tidak bisa menampung aplikasi yang banyak.


"Jika saya bisa menyediakan semua aplikasi ke dalam BlackBerry 10, tentu akan menghasilkan kesuksesan yang masif. Sayangnya tidak bisa karena alasan teknis dan finansial," sambungnya.

Masih belum bisa dipastikan kapan BlackBerry akan meluncurkan Priv ke pasaran, namun kabar yang beredar kemungkinan besar pada bulan November yang akan datang.

Sumber: Klik disini

Senin, 25 Mei 2015

sin 37°, sin 53°

Fisikastudycenter- Dua sudut istimewa yang lebih banyak muncul di pelajaran fisika adalah 37° dan 53°, selain dari 0°, 30°, 45°, 60°, dan 90°.
Untuk anak-anak jurusan IPA nilai sin, cos maupun tan (tan tidak perlu dihafal, bisa diperoleh dari membagi sin sudut dengan cos sudut) dari sudut-sudut diatas harus hafal di dalam kepala, karena sering tidak diberikan nilainya dalam soal-soal.
Berikut ini ilustrasi untuk memudahkan menghafal nilai sin, cos maupun tan untuk sudut 37° dan 53°.
Seorang anak berdiri sejauh 4 m di samping sebuah pohon yang tingginya 3 m sehingga terbentuk segitiga ABC.
Besar sudut B tentunya 90° karena tegak lurus, sementara besar sudut A dan C jika dijumlah juga 90°.
Ingat-ingat saja sudut yang lebih besar diantara kedua sudut itu adalah 53°, dan yang kecil 37° serta panjang AC = 5 m (gunakan aturan Pythagoras).
Tinggal gunakan definisi sin, cos dan tan untuk mencari nilainya.


Ingat dari pengertian sinus cosinus dan tangen dengan jembatan keledai berikut:
sin - de - mi
cos - sa - mi
tan - de - sa

pengertian sinus cosinus

sehingga diperoleh untuk sudut 37o dan 53o:





sin 37 sin 53




Sumber: klik disini

Minggu, 04 Agustus 2013

Iklan Facebook Dijual Rp 10,3 Miliar?

 — Facebook makin gencar membuka lapak iklan di layanannya. Kabar terbaru menyebutkan, News Feed di Facebook akan menampilkan iklan video 15 detik bergaya televisi dengan harga 1 juta sampai 2,5 juta dollar AS per hari.

Harga iklan ini sangat tinggi yang diharapkan bisa mendongkrak pendapatan Facebook. Jika dikonversi ke rupiah, harga iklan itu adalah Rp 10,3 miliar sampai Rp 20,5 miliar per hari.

Media bisnis Bloomberg melaporkan, Facebook mulai memperkenalkan layanan iklan terbarunya itu pada akhir 2013. Hal ini dikhawatirkan mengancam pendapatan iklan stasiun-stasiun televisi.

Pendapatan Facebook selama ini paling besar disumbang dari iklan. Pada kuartal dua tahun 2013, jejaring sosial internet terbesar ini membukukan pendapatan sebesar 1.813 miliar dollar AS, dengan laba bersih sebesar 333 juta dollar AS. Kontribusi terbesarnya berasal dari iklan, yakni sebesar 88 persen.

Keuntungan Facebook dari iklan di kuartal ini mencapai 1,6 miliar dollar AS atau naik 61 persen dari periode yang sama tahun 2012.

Perusahaan menyatakan 41 persen dari jumlah tersebut atau 656 juta dollar AS dihasilkan berkat iklan di perangkat mobile. Ini berarti, pendapatan iklan mobile Facebook tumbuh 30 persen dari kuartal pertama tahun 2013.

Total pengguna Facebook pada Juni 2013 mencapai 1,15 miliar pengguna aktif bulanan, 819 juta di antaranya menggunakan ponsel, dan 699 juta adalah pengguna aktif harian.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2013/08/01/0808491/Iklan.Facebook.Dijual.Rp.10.3.Miliar.?utm_source=tekno&utm_medium=cpc&utm_campaign=artbox

Sabtu, 03 Agustus 2013

Moto X, Ponsel Perkawinan Motorola-Google

http://images.detik.com/content/2013/08/02/317/motox460.jpg 
 Moto X (Extremtech)
 
Usai sudah penantian panjang pengguna yang penasaran akan ponsel hasil duet Motorola dan Google. Inilah Moto X, ponsel pertama yang dilahirkan Motorola paska diakuisisi Google senilai USD 12,4 miliar.

Moto X mengusung layar 4,7 inch beresolusi 1280x720 dan 316 ppi. Pemilihan ukuran layar ini tak sembarangan. Rick Osterloh, Senior Vice Present of Product Management Motorola menyebut, pihaknya telah melakukan riset mendalam terkait ukuran ponsel yang paling cocok untuk digenggam pengguna sebelum meramu Moto X.

"Tujuan utama kami adalah soal kenyamanan," tegasnya, seperti dilansir PCMag, Jumat (2/7/2013).

Sayangnya, OS yang dibenamkan bukanlah Android 4.3, melainkan masih versi 4.2.2. Adapun dapur pacunya digeber dengan prosesor dual core Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1.7 GHz, Adreno 320 quad core graphics, serta RAM 2GB.

Untuk fitur, Moto X sudah dilengkapi kamera 10 MP dengan teknologi clear pixel, NFC, baterai 2.200 mAH, Bluetooth 4.0, nano SIM card, serta touchless control.

Nah, fitur terakhir inilah yang paling menarik perhatian, pengguna bisa memerintahkan Moto X tanpa harus menyentuhnya. Tinggal bilang 'Ok, Google Now' dan sebutkan perintah yang ingin didelegasikan. Mulai dari memulai suatu panggilan, cek kondisi cuaca, dan mencari suatu lokasi bisa dilakukan fitur ini.

Untuk harga, Moto X dibanderol USD 199,99 untuk versi 16 GB dan USD 249 untuk 32 GB. Eit, jangan salah, itu dengan embel-embel paket kontrak operator selama dua tahun.

Sebagai langkah awal baru pasar Amerika Serikat yang bakal disambangi perangkat ini pada akhir Agustus. Setelah itu baru mulai menyebrang ke Kanada, Amerika Latin dan negara-negara lainnya.

Sumber: Detiknet

Bahaya Baterai Lithium Ion

http://images.detik.com/content/2013/07/31/398/explode250.jpg  
Jika Anda mendapatkan pertanyaan apa itu Li Ion (Lithium Ion), apakah bermanfaat bagi Anda dan apa bahayanya? Mungkin cukup banyak yang akan menggelengkan kepala.

Tidak tahu atau tidak terlalu peduli. Namun Vaksincom menyarankan Anda untuk sedikit mau tahu dan peduli karena Li Ion merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri Anda, setiap hari dibawa dan banyak yang tidak bisa hidup tanpa Li Ion. Alasannya adalah karena Li Ion baterai isi ulang yang digunakan oleh mayoritas telepon seluler, tablet dan laptop.

Setiap tahun 2 miliar sel baterai Li Ion diproduksi. Li Ion digunakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan bahan lain seperti Ni Cd (Nickel Cadmium) seperti memiliki kapasitas yang lebih besar, tidak ada memory effect, lebih bersahabat dengan lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun dibandingkan baterai lainnya dan masa penyimpanan daya yang lebih lama.

Karena banyaknya keunggulan yang dimilikinya, penggunaan baterai Li Ion ini sangat populer dan digunakan baik untuk smartphone, tablet, laptop dampai mobil hybrid.

Namun, di balik banyaknya keunggulan yang dimiliki oleh Li Ion, terkandung potensi bahaya yang cukup besar dan baterai Li Ion dapat membahayakan pemakainya karena mengandung bahan yang mudah terbakar dan bertekanan tinggi.

Hal yang sering dilihat dan bikin heran adalah, banyak pengguna takut memangku laptop karena panas berlebih yang bisa menyebabkan bagian tubuh tertentu melepuh. Di sisi lain, mereka tenang-tenang saja saat melakukan pembicaraan dengan ponsel, sembari melakukan pengisian daya (charger), baik dari sumber daya listrik atau portable charger.

Ada baiknya mengubah kebiasaan itu, khususnya dalam menangani perangkat elektronik yang sedang diisi dayanya (charging).

Lithium Ion dan Bahayanya

Lithium Ion adalah umum dalam barang-barang elektronik konsumer dan jenis baterai isi ulang (rechargeable) paling populer pada alat elektronik portabel. Penyebab utamanya adalah karena keunggulan yang dimiliki oleh Lithium Ion dibandingkan baterai lainnya:

-. Memiliki densitas energi terbaik dibandingkan baterai lainnya.
-. Tidak ada memory effect seperti yang dialami oleh baterai berbasis Nickel.
-. Tingkat kehilangan daya yang kecil jika disimpan untuk jangka waktu lama.
-. Tidak mengandung bahan beracun seperti timah, merkuri atau kadmium yang berbahaya bagi lingkungan.

Karena tuntutan konsumen atas baterai yang makin kecil dengan daya yang makin tinggi, maka proses produksi Li Ion mengalami penyesuaian sehingga kemampuan baterai Li Ion pada saat ini meningkat dua kali lipat dibandingkan pada saat pertama kali diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1991.

Namun hal ini mengandung konsekuensi lain dimana efisiensi ini dicapai dengan bahan pembatas baterai yang makin tipis dimana proses pembuatan baterai harus dilakukan dengan sempurna dan jika terjadi intrusi oleh debu metalik akan menyebabkan baterai meledak.

Selain itu, Li Ion juga rentan terhadap thermal runaway, suatu proses peningkatan suhu yang luarbiasa sampai mencapai titik leleh Lithium jika suhu baterai mencapai satu suhu tertentu (130 derajat Celcius).

Thermal runaway ini dapat terjadi karena penanganan baterai yang tidak baik atau karena cacat pada proses manufaktur dan akumulasi partikel mikro pada baterai cacat produksi pada saat pengisian baterai yang akan memicu reaksi terbakarnya baterai.

Selain itu, sel baterai juga bisa meledak jika sistem ventilasi pengaman tidak berjalan dengan baik. Kasus baterai yang meledak bukan tidak mungkin terjadi dan banyak produsen elektronik seperti Apple, HP, Toshiba, Lenovo dan Sony melakukan recall besar-besaran atas produk mereka karena bahaya baterai Li Ion yang meledak.

Dalam dunia penerbangan, kasus kebakaran yang terjadi pada pesawat kargo UPS yang membawa paket baterai Li Ion menyebabkan dua pilotnya meninggal 3 September 2010 menyebabkan IATA memberlakukan aturan baru dalam pembatasan membawa kargo baterai.

Namun, Anda jangan lantas buru-buru meninggalkan smartphone atau laptop, karena produsen baterai Lithium Ion sebenarnya sudah menyadari bahaya baterai ini dan melakukan langkah-langkah preventif pengamanan dalam proses manufaktur baterai Li Ion seperti:

-. Membatasi jumlah material aktif untuk mencapai perbandingan terbaik antara densitas energi dengan keamanan.
-. Menerapkan mekanisme pengamanan antar sel.
-. Tambahan sirkuit pengaman elektronik pada baterai.

Sebagai catatan, sekalipun proses manufakturing dan pengamanan baterai yang sangat ketat sudah dilakukan, hal ini hanya efektif jika ancaman datang dari luar, seperti korsleting atau charger yang bermasalah.

Dalam kasus ini, baterai Li Ion akan mematikan dirinya jika terjadi korsleting. Namun, jika terjadi cacat produksi, dimana ada partikel metal terkandung pada baterai dalam proses produksi, pengamanan yang dilakukan tadi di atas tidak akan ada gunanya dan thermal runaway akan tetap terjadi.

Risiko Sebenarnya dan Menyikapinya

Setelah melihat kegunaan, bahaya dan langkah pengamanan produksi yang dilakukan oleh produsen baterai Li Ion, tentunya kita tidak bisa serta merta memvonis kalau Li Lion itu berbahaya dan berpindah ke lain hati, karena kenyataannya Li Ion merupakan satu-satunya baterai isi ulang yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan baterai lainnya dan hitung-hitungan risikonya lebih kecil dibandingkan manfaat yang diberikan.

Dengan catatan, asalkan proses manufakturnya dilakukan dengan baik dan penggunanya tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan bahaya yang disebabkan oleh baterai Li Ion.

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah produsen yang mengutamakan harga murah, kecenderungan yang akan terjadi adalah standar pengamanan yang tinggi akan diturunkan demi persaingan dengan merek yang lebih terkenal. Sebaiknya memilih baterai dari produsen yang lebih Anda kenal daripada asal pilih yang murah saja.

Jika baterai Li Ion yang Anda beli diproduksi dengan benar oleh manufaktur baterai yang mengikuti proses manufaktur baterai, maka risiko kegagalan Li Ion sangat kecil, 1 : 10.000.000. Karena itulah pemilihan vendor pembuat baterai yang terpercaya merupakan salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam menggunakan baterai Li Ion ini.

Jika Anda membeli perangkat elektronik dari vendor terpercaya dan terkenal kemungkinan hal ini sudah dipertimbangkan oleh pemilik merek. Namun satu hal yang harus Anda perhatikan adalah ketika membeli aksesoris khususnya baterai seperti baterai ponsel cadangan atau portable charger.

Pastikan kalau baterai yang Anda beli dijual oleh produsen yang menjalankan proses manufaktur yang baik, lebih baik lagi kalau Anda bisa mengetahui merek dari sel baterai yang digunakan dan keaslian baterai.

Tidak ada cara mendeteksi cacat produksi karena partikel metalik yang terkandung dalam cacat produksi dalam baterai cacat produksi yang menyebabkan Thermal runaway sangat kecil dan tidak kasat mata.

Yang dapat Anda lakukan adalah ekstra hati-hati dalam penanganan baterai, khususnya ketika sedang diisi ulang. Jangan simpan ponsel yang sedang diisi ulang dekat bahan yang mudah terbakar seperti dekat buku, kasur, bantal apalagi dekat kepala, meskipun Anda sedang menunggu pesan dan panggilan yang masuk.

Di bawah ini beberapa tips dari Vaksincom untuk menangani baterai smartphone, tablet dan notebook Anda dengan baik :

-. Jangan melakukan charging di dekat bahan yang mudah terbakar, seperti kasur / ranjang, apalagi bensin.

-. Hindari menelepon ketika sedang di-charge, kalau terpaksa selalu waspada dengan perubahan suhu tinggi yang cepat dan segera jauhkan dari anggota badan anda (dan orang lain) jika terjadi.

-. Jika merasakan panas berlebih pada perangkat khususnya ketika sedang di charge, segera lepaskan perangkat dari charger dari listrik kalau tidak memungkinkan, menjauh dari perangkat Anda.

-. Berbeda dengan Nickel based battery, Li Ion tidak memiliki memory effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai habis (discharge / deep discharge). Segera charge baterai Anda jika sudah mencapai daya 25%. Dalam kasus tertentu, deep discharge bisa menyebabkan short circiut.\

-. Jangan pernah menyimpan peralatan elektronik pada paparan panas tinggi seperti dashboard mobil yang terpapar sinar matahari atau terkena paparan langsung sinar matahari.

-. Hindari menggunakan charger non standar yang tidak sesuai spesifikasi kecuali Anda mengerti dengan baik daya yang dihasilkan oleh charger tersebut cocok dengan perangkat Anda. Penggunaan charger non standar bisa mengakibatkan rusaknya rangkaian pengaman baterai.

-. Fast charger dengan voltase tinggi memperpendek umur baterai anda. Charger dengan voltase terlalu tinggi (> 4,2 V/cell) dapat merusak baterai dan berbahaya.

Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/07/31/122041/2319943/398/bahaya-baterai-lithium-ion?i992205kol

Tiru Gaya Hacker, FBI Intai Pengguna Android

http://images.detik.com/content/2013/08/03/323/fbimain.jpg 
 Illustrasi (Wall Street Journal)
 
Tidak hanya hacker yang kerap menebar ancaman bagi pengguna komputer, kini FBI juga melakukan hal serupa. Agen keamanan rahasia AS tersebut dilaporkan mengincar perangkat Android dan notebook untuk menebar serangannya.

Mengandalkan metode yang umum digunakan oleh kebanyakan hacker, FBI akan mengirim sebuah email kepada target yang berisi sebuah file yang bila file tersebut dibuka oleh sang target, maka dengan sendirinya FBI akan memiliki kuasa atas perangkat yang diincarnya.

Tentunya agar sang target tidak menyadari bahwa email yang diterimanya merupakan sebuah ancaman, biasanya digunakan metode waterhole attack. Serangan jenis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengelabui targetnya karena email yang diterimanya akan dikira berasal dari relasinya.

Namun tidak seperti hacker yang sepenuhnya memanfaatkan perangkat pengguna untuk melakukan pencurian data pemiliknya, FBI hanya mengincar komponen mikrofon pada perangkat yang diincarnya. Tujuan pun jelas, untuk melakukan penyadapan.

Adapun target yang diincar seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Sabtu (3/8/2013), sejauh ini adalah organisasi kriminal, terduga teroris, dan pelaku pornografi anak. Meski begitu, aksi FBI ini tetap saja menuai kritik dari sejumlah pihak yang merasa bahwa yang dilakukan FBI tersebut dikategorikan pelanggaran privasi, terutama bila salah sasaran.

Selasa, 21 Mei 2013

Jolla, Ponsel Kreasi Para Alumni Nokia

http://images.detik.com/content/2013/05/22/1146/jolla1.jpg Ponsle Jolla menggunakan sistem operasi berbasis Linux MeeGo. Nama OS-nya pun unik, yakni Sailfish. Berbekal prosesor dual-core, ponsel dengan layar sentuh 4,5 inch ini mendukung jaringan LTE.

http://images.detik.com/content/2013/05/22/1146/jolla6.jpg Meski berbasis OS milik sendiri, smartphone ini juga kompatibel dengan aplikasi Android. Alhasil, ini cukup ampuh meyakinkan para pengguna soal dukungan aplikasi.

http://images.detik.com/content/2013/05/22/1146/jolla3.jpg Ponsel Jolla ini dibekali kamera 8 megapixel dengan flashnya. Memori internal yang tersedia 16GB.

http://images.detik.com/content/2013/05/22/1146/jolla4.jpg Tim yang kini mendirikan Jolla, dulunya adalah para profesional di Nokia yang mengawal divisi MeeGo N9 Nokia. Seperti diketahui, nasib MeeGo memang terkatung-katung.

http://images.detik.com/content/2013/05/22/1146/jolla7.jpg Harga Jolla dibanderol 400 euro atau sekitar Rp 5 jutaan. Akhir tahun dijadwalkan ponsel ini mulai dijual.

Sumber:http://inet.detik.com/readfoto/2013/05/22/113353/2252701/1146/1/jolla-ponsel-kreasi-para-alumni-nokia